dikupas: Polri Ingin Kuasai 90 Persen Saham Bhayangkara SU

Bookmark and Share
Polri Ingin Kuasai 90 Persen Saham Bhayangkara SU

Polri Ingin Kuasai 90 Persen Saham Bhayangkara SU menjadi update berita Sepak Bola Indonesia terkini dari Bolapro.org yang mencoba untuk menyajikan info terbaru seputar Bola Indonesia dan kali ini Polri Ingin Kuasai 90 Persen Saham Bhayangkara SU menjadi ulasan yang akan kita bahas. Dapatkan Ragam berita bola Indonesia Uptodate hanya di Bolapro Memang untuk anda yang Pro Bola.

gede-widiade_57e30d9

Bos Bhayangkara Surabaya United (BSU), Gede Widiade membenarkan tentang rencana take over Mabes Polri. Namun, Gede meluruskan bahwa Mabes Polri tak menginginkan 100 persen saham BSU, melainkan 90 persennya saja.

Dalam sebuah wawancara dengan Bola.net beberapa waktu lalu, Gede mengamini rencana Mabes Polri untuk memperluas jelajah cengkraman kuasanya atas tim yang bermarkas di Jemursari Selatan, Surabaya ini.

“Mereka ingin ambil 90 persen. Sedangkan 10 persennya masih punya saya. Tapi ini masih sekadar rencana,” ucap Gede saat menghubungi Bola.net.

Perlu diketahui, saat ini saham PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) sebagai badan hukum BSU, masih didominasi oleh Gede dengan 61 persen. Sementara Polri baru menguasai 39 persen saham di tim ini.

Menurut pengusaha asal Wonokromo, Surabaya ini, pembicaraan intens sudah terjadi antara dirinya dengan petinggi Polri. “Sudah ada pembicaraan. Apa yang akan terjadi? Kita lihat saja ke depan,” imbuh Gede.

Gede juga menjelaskan alasan Polri ingin menguasai 90 persen saham BSU. “Mereka ingin lebih mudah mengonsolidasi perusahaan. Makanya mereka mau ambil 90 persen,” jelas pemilik klub amatir Rheza-Mahasiswa ini. (faw/dzi/bola.net)



Berita Bola Indo Terbaru | Dari Bolapro

Terima kasih anda telah menyimak berita bola Indonesia yang berjudul Polri Ingin Kuasai 90 Persen Saham Bhayangkara SU semoga post di atas belum basi untuk dipublish dihalaman ini.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar

komentar yang terdapat link hidup akan dilaporkan Spam