dikupas: Kisah Pelatih Arema Saat Ramadhan di Bosnia-Herzegovina

Bookmark and Share
Kisah Pelatih Arema Saat Ramadhan di Bosnia-Herzegovina

Kisah Pelatih Arema Saat Ramadhan di Bosnia-Herzegovina menjadi update berita Sepak Bola Indonesia terkini dari Bolapro.org yang mencoba untuk menyajikan info terbaru seputar Bola Indonesia dan kali ini Kisah Pelatih Arema Saat Ramadhan di Bosnia-Herzegovina menjadi ulasan yang akan kita bahas. Dapatkan Ragam berita bola Indonesia Uptodate hanya di Bolapro Memang untuk anda yang Pro Bola.

Kisah Pelatih Arema Saat Ramadhan di Bosnia-Herzegovina

Pelatih Arema Cronus, Milomir Seslija, berasal dari negara Eropa yang mayoritas berpenduduk Muslim, yakni Bosnia-Herzegovina. Pria berusia 51 tahun ini pun berbagi cerita soal kehidupan beragama di negeri asalnya, terutama saat bulan Ramadhan.

Pelatih yang menangani Arema Cronus sejak awal tahun ini memiliki cerita tentang indahnya toleransi beragama di negara yang terletak di semenanjung Balkan itu.

Agama Islam berkembang cukup pesat di Bosnia-Herzegovina. Jumlah penduduk terbesar negara itu adalah pemeluk Islam, yakni sebanyak 44 persen. Sisanya sebanyak 31 persen penganut Kristen Ortodoks dan 15 persen lagi adalah Katolik Roma.

Sebagai seorang non-Muslim, Milo, sapaan Milomir Seslija, merasakan betul manisnya toleransi beragama di negaranya, terutama saat bulan Ramadhan.

“Seperti yang saya rasakan di Malang, semua orang saling menebar kebaikan. Di Bosnia juga sama, di sana setiap orang menghargai Ramadhan. Kami saling mengundang datang ke rumah,” ujar Milo.

Seperti tengah berlomba-lomba mendapatkan berkah Ramadhan, suasana berbeda juga dirasakan oleh masyarakat Bosnia. Menurut Milo, Ramadhan tidak hanya mendapatkan tempat di lingkungan penduduk Muslim.

“Saat Ramadhan, orang berusaha melakukan yang terbaik,” tuturnya.

Seperti halnya di Indonesia, Milo mengatakan bahwa di Bosnia juga banyak bertebaran tempat beribadah, seperti masjid dan gereja.

“Banyak masjid dan gereja. Mereka berjalan di jalannya masing-masing,” ucap mantan Direktur Teknik Barito Putera ini.

Maka dari itu, tak heran bila Milo bisa beradaptasi cukup cepat meski tinggal di negara yang mayoritas berpenduduk Muslim. Sebelum di Indonesia, Milo lama tinggal di Malaysia.

Hal tersebut juga memberikan dampak positif bagi rasa kekeluargaan yang dibangun Milo di Arema. Terlebih lagi, tim Arema mayoritas pemainnya memeluk agama Islam.

“Sebagai pelatih, saya juga mengetahui jadwal berbuka dan sahur. Bahkan, kami juga menikmati sajian buka puasa bersama-sama,” ujar mantan pelatih klub Malaysia, Sabah FA, ini. (Ovan Setiawan/Kompas)



Berita Bola Indo Terbaru | Dari Bolapro

Terima kasih anda telah menyimak berita bola Indonesia yang berjudul Kisah Pelatih Arema Saat Ramadhan di Bosnia-Herzegovina semoga post di atas belum basi untuk dipublish dihalaman ini.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar

komentar yang terdapat link hidup akan dilaporkan Spam